Ushlub Qasam

USHLUB al-QASAM

 

  1. A.   Pengertian Ushlub al-Qasam

Ushlub Qasam adalah ushlub taukid yaitu ushlub yang digunakan untuk menguatkan hujjah atau fakta tertentu[1].

Uslub ini mempunyai 3 adat atu rukun-rukun nya yaitu:

  1. Adat al-Qasam                  ((الواو الباء. التاء
  2. Muqsam Bih                      (الله. حقّك. حياتك)
  3. Jawab Qasam, yaitu hujjah yang hendak dikuatkan

Contohnya:     والله إنّ أخاك نشيط

 

  1. B.   Rukun Ushlub al-Qasam

Rukun Ushlub al-Qasam ada tiga, yaitu:

  1. Adat al-Qasam

Adat Qasam adalah huruf الواو. الباء. التاء   yang ketiganya ini merupakan bagian dari huruf jar[2]. Maka huruf setelahnya haruslah Majrur[3].

  1. Muqsam Bih

Muqsam bin biasanya menggunakan Lafzh Jalalah “الله”, atau sebagian lafzh lain yang biasanya digunakan sebagai Muqsam bih oleh bangsa arab dahulunya, seperti:

حقّك. حياتك. إبيك …

 

  1. Jawab al-Qasam

Jawab Qasam terbagi menjadi tiga, yaitu:

1)      Jawab qasam jumlah ismiyah

Pada jawab qasam jumlah ismiyah, haruslah jawab itu ditaukidkan dgan huruf أنّ & اللام atau dengan إنّ saja, contoh:

والله إنّ فاعل الخير لمحبوبا  / والله إنّ فاعل الخيرمحبوبا

2)      Jawab qasam jumlah fi`liyah

a)      Jika fi`il tersebut fi`il madhi mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan قد & الام atau dengan قد saja, contoh:

تالله لقد أطعت أمرك / تالله قد أطعت أمرك

b)      Jika fi`il tersebut fi`il mudhori mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan لام القسم & نون التوكود, contoh:

والله لأصلبنّكم أجمعين

3)      Jawab qasam yang didahului huruf nafyi

Huruf nafyi bekerja sebagai menafyikan suatu perkara, ia masuk kedalam jumlah fi`liyah dan ismiyah. Antara lain hurufnya adalah ما & لا. Perbedaan jawab pada jumlah huruf nafyi dengan jumlah lain adalah “ia tidak perlu di ta`kid kan”. Contohnya:

والله لا إله إلّ الله

  1. C.   Penggabungan Ushlub Syarat dan Ushlub Qasam

Sebagaimana yang telah kita ketahui, ushlub syarat juga membutuhkan jumlah jawab[4]. Pada hal ini, bangsa arab terkadang menggabungkan penggunaan ushlub al-qasam dan ushlub syarat dalam percakapan harian mereka. Contohnya mereka berkata:

إن تقرأ والله تفهم

إن         : huruf syarat

تقرأ       : jumlah syarat

والله       : huruf qasam dan muqsam bih

تفهم       : jumlah jawab syarat

Pada contoh diatas,  mereka menggunakan kedua ushlub, iaitu Uslub Syarat dan Uslub Qasam. Seperti yang kita ketahui, kedua ushlub ini memerlukan jawabnya yang tersendiri. Sedangkan hanya ada satu jawab di dalam sebuah jumlah. Maka bagaimanakah kita menentukan jawab bagi sesuatu ayat?

Dalam satu kaidah menyebutkan bahwa:

 jawab ini terhenti kepada uslub yang datang lebih awal[5].

Pada contoh tadi, Uslub Syarat mendahului Uslub Qasam. Oleh itu jumlah (تفهم) ialah jawab al syarat dan bukan jawab al qasam. Tandanya, fi`il tersebut majzum. Karena jawab syarat harus majzum.

Contoh lain:

والله إن تقرأ لتفهمنَ

والله       : huruf qasam dan muqsam bih

إن         : huruf syarat

تقرأ       : jumlah syarat

لتفهمنَ    : jumlah jawab qasam

Jumlah di atas diawali dengan uslub al Qasam. Oleh karena itu jumlah pada akhir ialah jawab al Qasam.Tandanya ialah terdapat huruf لام & نون التوكيد pada jumlah jawab tersebut.  Karena jawab qasam yang berbentuk fi`il mudhari` harus ditaukidkan dengan kedua huruf tersebut.


[1] Mulakhas Qawaid al-Arabiyah, hal.179

[2] Huruf التاء hanya digunakan untuk lafzh jalalah “الله”

[3] Mulakhas Qawaid al-Arabiyah, hal.180

[4] Jami`u ad-Durus,hal.322

[5] Ibid., hal.181

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s