perbandingan Karakteristik bahasa arab dengan bahasa indonesia

  1. A.   Karakteristik Bahasa Arab

Bahasa Arab mempunyai ciri-ciri  kekhususan yang tidak terdapat pada bahasa-bahasa lainnya. Kemudian dari kekhususannya ini menjadikan bahasa Arab sebuah bahasa yang fleksibel, mempunyai elastisitas yang tinggi, maka dalam  menjalankan dan mempertahankan fungsinya sebagai bahasa komunikasi, sarana dalam penyampaian tujuan agama, pencatatan berbagai ilmu pengetahuan, telah mampu disampaikan dengan mudah dan benar.

Berikut ini adalah yang merupakan keistimewaan bahasa Arab, antara lain :

  1. Isytiqaq

Yang dimaksud dengan isytiqoq adalah pengambilan sighot (bentuk kata) dari sighot yang lain, karena ada persamaan baik dari segi bentuk, maknanya maupun strukturnya dengan beberapa tambahan tertentu yang telah ditetapkan.

Ada dua pendapat ulama mengenai isytiqok ini, antara lain :

1. Ulama Bashrah bahwa sumber isytqoq adalah masdar

2. Ulama Kufah bahwa sumber isytiqaq adala kata kerja (fi`il).

Isytiqoq menurut ulama bahasa di bagi tiga macam, antara lain:

  1. Isytiqoq shogir yang aplikasinya melalui tasrif yang kita kenal selama ini yaitu pengembangan lafadz dari lafadz asli dengan syarat adanya kecocokan dari segi makna, huruf dan juga urutannya. Contohnya:

ضرب   –  ضارب  – مضروب

  1. Istiqoq kabir disebut juga al-qalb al-luqhawi, yaitu adanya persamaan antara dua kata, baik dari segi lafadz maupun dari segi makna, akan tetapi tidak sama dalam urutan huruf sebagai contoh :

حمد – مدح /  جبد  –  جدب

  1.  Isytiqoq Akbar disebut juga al-ibdal al-liqhawi, yaitu menukar suatu huruf yang lain. dalam proses ini huruf yang mengalami pertukaran tidak disyaratkan memiliki makhroj yang sama. Boleh saja terjadi pada setiap hurufkarena yang penting disini adanya kesesuaian makna antara dua lafadz, contoh:

السراط –  الصراط

yang memiliki makna suatu dengan dua lafadz yang berbeda.

Isytiqoq al-Kibar atau an-naht (penyingkatan)

An-Naht adalah membuat kata baru yang ambil dari dua unsur kata yang berbeda atau lebih tetapi tetap menunjukan pada makna yang diambil baik berupa isim dan fi`il. Perkembangannya harus sesuai dengan kaidah (wazan) bahasa arab yang terdapat dalam tashrif, sebagai contoh :

بسمله –  حمدله

 Ta`rib (arabisasi)

Yang dimaksud dengan ta`rib disini yakni kata asing yang diambil kedalam bahasa arab, dalam proses ta`rib mungkin terjadi pengurangan, penambahan penukaran sehingga bahasa tersebut menjadi bahasa arab asli sebagai contoh dari kata yang terdapt penambahan dan penukaran : kata (kulit hitam) berasal dari bahasa Persia ditambah alif dan ha ditukar dengan huruf jim.

ارندج  -رند ه

  1. Al-Irab

Keistimewaan bahsa Arab juga disebabkan kehadirannya I`rab, bahkan dapat dikatakan bahwa I`rab adalah ciri khas bahasa  arab. I`rab adalah perubahan bunyi akhir suatu kata dalam kalimat yang disebabkan oleh perbedaan factor (‘amil yang menyertainya, baik amil disebut itu jelas maupun diperkirakan dalam benak’) Perbedaaan tersebut dapt mempengaruhi makna’.

  1. Efek yang di timbulkan terhadap karakat, sebagai contoh :

هدا تلميد  –  رأيت تلميدا  –  مررت بتلميد

تكتب  – لن تكتب –  لم يكتب

  1. Efek ditimbulkan terhadap jumlah sangat elastisitas.

أكل محمد السمك  – السمك أكل محمد – محمد أكل السمك

علي يتعلم اللغة العربية  – جاء ابوه  – حضر المسامون

Dalam bahasa arab, ada dua gender maskulin dan feminine yang masing-masing mempunyai bentuk yang berbeda-beda, kata ejektif dan kata kerja. Bentuk-bentuk feminin menurut kaidahnya dibentuk dan kata-kata maskulin dengan menambahkan akhiran (atun /un).

Dalam bahasa arab terdapat tiga bentuk bilangan yaitu : Tunggal, ganda dan jamak.

  1. Ilmu Balaghah

Ialah ilmu yang mempelajari gaya bahasa dan rahasia-rahasia yang terkandung dalam bahasa arab, khususnya Al-Qur`an. Tegasnya ilmu balaghah ini merupakan ilmu kesustraan bahasa arab. Ilmu balaghah ini mengandung tiga pokok pembahasan :

علم المعاني  – علم البيان  – علم البديع

Ilmu bayan mengandung dua pokok pembahasan .

التشبية  – المجاز  -الكناية

Ilmu Maani  mengandung banyak pokok bahasan, antara lain :

االخبر والانشاء  –  الدكر والحدف   -التقديم والتاخير  –  القصر  –  الوصل  والفصل  -الايجاز والاطناب  – المساواة

Ilmu badi` mengandung dua pokok pembahasan

المحسنات المعنوية  – المحسنات اللفظية

  1. Al-Mufrodat

Setelah al-Qur`an turun, banyak pengertian atau arti kosakata  yang mengalami pergeseran, perubahan makna semanti,  seperti dalam contoh :

لا ريب فيه  –  لا شك / الصبح –  الفجر/ قعد  –  جلس /  زوج  –  امراة

Kata jauz dan imraah   ditampilkan dalam konteks kehidupan suami istri yang penuh kasih sayang dan memiliki anak keturunan, sedangkan  mempunyai makna istri yang dalam kehidupan suami istri tidak terdapat kasih saying karena ada khianat/ perbedaan akidah dan digambarkan dalam surah yusuf (12;30;51) dan surat at-Tahrim (66;10;11)

Lafal_lafal dalam al-Qur`an jika diperhatikan dan diteliti secara mendalam akan munculkan kajian baru, sehingga nantinya al-Qur`an bukan hanya sebagai sumber hukum islam antara fiqih dan akhidah tetapi juga merupakan sumber

Bahasa juga terdiri atas lambang-lambang, yaitu tanda yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang lain. Didalam bahasa, tanda terdiri dari rangkaian bunyi yang pada ragam tulis dialihkan kedalam tanda-tanda visual yaitu huruf  dan tanda baca. Hubungan antara rangkaian bunyi tertentu dan makna yang dinyatakan bersifat arbiter semata tidak ada hubungan yang wajar antara lambang dan objek yang dilambangkannya (Panuti Sufirman, 1993, hal 9), Contoh :

Za`za`ah artinya goncangan

Qolqalah artinya keributan

Solsolah artinya bunyi berderek-derek

Qa`qa`ah artinya gemerincing

Jarjarah artinya bising

Qorqorah artinya keroncongan

  1. Al-Dalaalah

Ilmu dalalah disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistic yang memepelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya. Atau dengan kata lain, bidang studi  linguistik yang mempelajari makna/ arti dalam bahasa arab mengenai jenis-jenis makna. Mukhtar umar membaginya kepada lima jenis

1.  Al-Ma’na al-asasiy adalah makna kata yang melakat pada sebuah kata.

2. Al-Ma`na al-ishafy adalah makna yang terkandung dalam sebuah kata disamping makna sebenarnya yang melekat pada kata tersebut.

3. Al-Ma`na al –ushuby makna yang berkenaan dengan gaya pemilihan kata didalam masyarakat sehubungan adanya perbedaan sossial, geografi tingkat pendidikan.

4. Al-ma`na al-nafsy makna yang terkait pada orang tertentu tetapi tidak untuk umum.

5. Al-Ma`na al-ihaiy maka yang terkandung dalam sebuah kata yang menunujukan kepada seseorang yang berkenaan adanya kata itu dengan keadaan diluar bahasa.

Dalam kajian ini ada lafal-lafal bahasa Arab yang dihubungkan dengan lafal-lafal lainnya dan dikaitkan dengan pemakaiannya dan kita kenal dengan sebutan at-taraduf al-musytaraq lafdzhi dan at-tadhodz.

Taraduf secara harfiah  berarti sesuatu mengikuti sesuatu sedangkan kata taraaduf  itu sendiri berarti sesuatu yang saling mengikuti. Secara etimologi definisi Taraduf menurut Dr. Taufik Muhammad Salim beberapa kata menunjukan arti yang sama. Contoh :

Zauj – imara`ah / As-subh – al-fajr

  1. a.      Al-Musytarak – al-lafidziy

Musytarak al – lafdziy dalam bahasa indonesianya adalah kata-kata yang sama bunyinya tetapi mengandung arti dan pengertian berbeda. Contoh:

Kata Syahaadah mengandung sepuluh arti/makna , antara lain : Observasi, menyaksikan, melihat, yakni, beraksi, DLL

  1. b.      At- Tadhodz atau Antonim.

Para ahli bahasa Arab mendefinisikan antonim dengan menggunakan satu kata untuk dua pengertian yang berlawanan seperti.

الموت  – الحي

البياض  –  البيضاء

  1. B.   Karakteristik Bahasa Indonesia

 

  1. A.    Sebab Lahirnya Bahasa Indonesia

Apabila membicarakan tentang perkembangan bahasa Indonesia, kita akan membahas bahasa Melayu sebagai akar atau sumber bahasa Indonesia yang kita pergunakan sekarang. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu, sejak dahulu sudah digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franka), di pesisir utara Pulau Sumatra, Semenanjung Malaka, pesisir timur Pulau Kalimantan, bahkan digunakan pula oleh Brunai dan Sabah. Berdasarkan berbagai penemuan, bahasa Melayu dalam bentuk bahasa Melayu kuno sudah dipakai sebagai alat komunikasi pada zaman Sriwijaya. Bahkan bukan hanya di Sumatra tapi juga di pulau Jawa. Pada zaman Sriwijaya, Bahasa Melayu mempunyai fungsi sebagai Bahasa kebudayaan, sebagai bahasa perhubungan, sebagai bahasa perdagangan terutama ditepi pantai, dan juga sebagai bahasa resiol kebudayaan. Adapun alasan mengapa bahasa melayu di jadikan sebagai bahasa Indonesia disebabkan oleh 4 faktor yaitu: bahasa melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan, dan bahasa perdagangan, sistem bahasa melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa ini tidak dikenal tingkatan bahasa, atau perbedaan bahasa kasar dan halus, dan bahasa Melayu mudah dikembangkan. Kedudukan bahasa Indonesia ada dua yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa Negara.

  1. B.     Ragam Bahasa Indonesia

Berdasarkan situasi pemakaian Bahasa Indonesia dapat dibedakan atas 2 situasi yaitu situasi resmi dan situasi tidak resmi. Yang dimaksud situasi resmi adalah pemakaian Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan masalah kebinasan atau keilmuan. Sedangkan situasi tidak resmi adalah pemakaian dalam kehidupan sehari-hari dengan masalah pokok yang tidak resmi.

  1. C.    Fungsi Bahasa Indonesia Baku
  2. D.    Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku
  3. E.     Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan
  • Sebagai alat komunikasi resmi
  • Dipergunakan dalam wacana resmi
  • Digunakan dalam pembicaraan resmi (yang bersifat keilmuan)
  • Siaran-siaran resmi
  • Dipakai dalam pembicaraan dengan orang-orang yang dihormati
  • Memakai ucapan baku (pada bahasa lisan yaitu ucapan yang tidak terpengaruh oleh ucapan bahasa daerah dan dialeg-dialeg yang ada)
  • Memakai EYD (16 Agustus 1972)
  • Memakai peristilaan resmi yaitu pedoman umum pembentukan istilah
  • Menghindari pemakaian unsur-unsur yang terpengaruh oleh bahasa-bahasa dialeg baik leksikal maupun gramatikal. Yang dimaksud leksikal ialah unsur bahasa yang berupa kata, sedangkan gramatikal ialah unsur yang bersifat ketata bahasaan.
  1. a.      Pelafalan

Salah satu hal yang diatur dalam ejaan ialah cara pelafalan atau pengucapan dalam Bahasa Indonesia. Pada akhir-akhir ini sering kita dengan orang melafalkan bunyi Bahasa Indonesia dengan keraguan. Keraguan yang dimaksud ialah ketidakberaturan pengguna bahasa dalam melafalkan huruf. Kesalahan pelafalan dapat terjadi karena lambing atau huruf di ucapkan tidak sesuai dengan bunyi yang melambangkan huruf-huruf tersebut.

Tulisan # Lafal yang salah # Lafal yang benar:

Energi # enerji, eversi # energi
Teknik # Tehnik  # Teknik
Biologi # Bioloji # Biologi
Tegel # Tehel # Tegel

  1. b.      Penulisan Huruf

Ejaan bahasa EYD menggunakan 26 huruf yaitu mulai huruf A – Z. Beberapa huruf diantaranya yaitu huruf |F|, |V|, |X|, dan |Z| itu merupakan huruf serapan dan sekarang huruf-huruf tersebut dipakai secara resmi di dalam Bahasa Indonesia, dengan demikian pemakaian huruf itu tetap dipertahankan dan jangan diganti dengan huruf lain. Contoh :

Fakta # fakta

Volume # folume

Zaman # saman

Meskipun huruf-huruf serapan sudah dimasukkan kedalam Bahasa Indonesia tetapi harus diingat ketentuan pemakaian huruf |a|, dan |x|, huruf a hanya dapat dipakai untuk nama istilah khusus sedangkan untuk istilah umum harus di ganti dengan huruf k demikian pula huruf x dapat dipakai untuk lambing misalnya sinar-x, huruf x apabila terdapat pana pertengahan kata dan akhir kata maka dia dapat diganti menjadi konsonan kx.

c. Penulisan Kata

Kata mengenal bentuk kata dasar, kata turunan atau kata berimbuhan, kata ulang, dan kata gabungan. Kalau gabungan kata hanya terdapat awalan atau akhiran dan ditulis serangkai. Contoh:

Bentuk tidak baku # bentuk baku:

di didik # dididik

di suruh # disuruh

hancurleburkan # hancur leburkan

berterimakasih # berterima kasih

kalau gabungan kata sekaligus mendapat awalan dan akhiran, bentuk kata turunannya harus dituliskan serangkai. Contoh:

Bentuk tidak baku # Bentuk baku:

pemberi tahuan # pemberitahuan

ketidak adilan # ketidakadilan

mempertanggung jawabkan # mempertanggungjawabkan

Kata ulang ditulis secara lengkap dengan penggunaan tanda hubung.

Misalnya :

Kata tidak baku # Kata baku:

Jalan 2 # Jalan-jalan

gerak gerik # gerak-gerik

terus menerus # terus-menerus

berkejar kejaran # berkejar-kejaran

seluk beluk # seluk-beluk

– Gabungan kata termasuk yang lazim disebut kata majemuk, bagian-bagiannya dituliskan terpisah.

Misalnya :

Bentuk tidak baku # Bentuk baku

ibukota # ibu kota

tatabahasa # tata bahasa

kerjasama # kerja sama

bulutangkis # bulu tangkis

dutabesar # duta besar

kerjasama # kerja sama

Gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata dituliskan serangkai. Contoh:

Bentuk tidak baku # Bentuk baku

mana kala # manakala

sekali gus # sekaligus

bila mana # bilamana

mata hari # matahari

bagai mana # bagaimana

 

d. Penulisan Unsur Serapan

Berdasarkan taraf integritasnya unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar :

  1. Unsur yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia, misalnya curriculum vitae, real estate, reshuffle, shuttle cock.
  2. Unsur asing yang mengucapkan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia

Misalnya :

Kata asing # Penyerapan yang salah # Penyerapan yang benar

risk # resiko # risiko

system # sistim # sistem

effective # efektip # efektif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s