Fiqih Muamalah

  1. A.   Pengertian fiqih

Fiqih menurut bahasa yaitu (  الفهم) kefahaman (faham), sedangkan menurut istilah kata fiqih berarti pengetahuan tentang hokum syari’ah islamiyah yang berkaitan dengan perbuatan manusia yang telah dewasa dan berakal sehat yang diambil dari dalil-dalil  yang terinci.

Adapun istilah fiqih sering dirangkaikan dengan kata Al-islami sehingga terangkai Al-fiqih  Al-islami,  yang sering diterjemahkan dengan hokum islam yang memiliki cakupan yang sangat luas. Pada perkembangan selanjutnya, ulama fiqih membagi fiqih menjadi  beberapa bidang, salah satunya adalah  fiqih muamalah.

  1. B.   Pengertian muamalah

Menurut bahasa  muamalah artinya  saling bertindak, saling berbuat, dan saling mengamalkan. Sedangkan menurut istilah pengertian muamalah  dapat dibagi menjadi dua macam yaitu pengertian  muamalah secara luas dan secara sempit. Dalam arti luas menurut para ahli bahwa pengertian muamalah ialah aturan-aturan allah  untuk mengatur manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi dalam pergaulan social. Sedangkan pengertian muamalah secara sempit para ahli menyimpulkan bahwa aturan-aturan allah yang wajib ditaati yang mengatur hubungan dengan manusia dalam kaitannya dengan cara memperoleh dan mengembangkan harta benda.

Dari definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa pengertian dari fiqih muamalah yaitu aturan (hokum) allah SWT, yang ditujukan untuk mengatur kehidupan manusia  dalam urusan keduniawian dalam memperoleh harta benda dengan bentuk transaksi dan kegiatan ekonomi. manusia kapanpun dan dimanapun harus senanatiasa mengikuti aturan yang telah ditetapkan allah, sekalipun dalam perkara yang bersifat duniawi sebab segala aktivitas manusia akan diminta pertanggungjawabannya diakhirat kelak

Dengan kata lain dalam islam tidak ada pemisahan antara amal dunia dan amal akhirat, sebab sekecil apapun aktivitas manusia  di dunia ini harus didasarkan pada ketetapan allah SWT, Agar di akhirat kelak selamat.

  1. C.   Pembagian muamalah

Menurut ibn’Abidin, fiqih muamalah dibagi menjadi lima bagian  yaitu :

  1. Muawadhah maliyah (hokum kebendaan)
  2. Munakahat (hokum pernikahan)
  3. Muhasanat (hokum acara)
  4. Amanat dan ‘Aryah (pinjaman)
  5. Tirkah (Harta peninggalan)

Menurut Al-fikri dalam kitab “Al-muamalah  Al-madiyah wa Al-adabiyah” muamalah terbagi menjadi dua bagian yaitu :

  • Al-muamalah Al-madiyah

Adalah mumalah yang  mengkaji objek nya sehingga sebagian para ulama  berpendapat bahwa Al-madiyah adalah  muamalah bersifat  kebendaan karena objek fiqih muamalah adalah benda yang halal, haram, dan syubhat untuk dimiliki, diperjualbelikan  atau diusahakan, benda yang menimbulkan  kemudharatan dan mendatangkan kemaslahatan  bagi manusia serta segi-segi yang lainnya.

Jadi, al-muamalah al-madiyah adalah aturan-aturan yang telah ditetapkan  syara’ dari segi objek benda.

  • Al-muamalah  Al-adabiyah

Adalah muamalah yang ditinjau dari segi cara tukar-menukar benda yang bersumber dari panca indera manusia, yang unsur penegaknya adalah hak-hak dan kewajiban-kewajiban.

Jadi, Al-muamalah al-adabiyah  adalah  aturan-aturan allah yang berkaitan dengan aktivitas manusia  dalam hidup bermasyarakat  yang ditinjau dari segi subjeknya, yaitu manusia sebagai pelakunya.

 

 

  1. D.   Ruang lingkup fiqih muamalah

Sesuai dengan pembagian muamalah, ruang lingkup muamalah terbagi menjadi dua yaitu :

  1. ruang lingkup muamalah secara adabiyah ialah ijab dan Kabul, saling meridhoi, tidak ada keterpaksaan dari salah satu pihak, hak dan kewajiban, kejujuran pedagang, penipuan, pemalsuan, penimbunana,  dan segala sesuatu yang bersumber dari indera manusia yang ada kaitannya dalam peredaran harta dalam hidup bermasyarakat.
  2. ruang lingkup  secara madiyah ialah masalah jual beli, gadai, jaminan dan tanggungan, pemindahan utang, jatuh bangkrut, batasan bertindak, perseroan atau perkongsian, perseroan harta dan tenaga, sewa menyewa, barang temuan, garapan tanah, upah, gugatan sayembara, pembagian kekayaan bersama, pemberian, pembebasan damai, dan ditambah lagi dengan masalah mu’ashirah (muhaditsah), seperti masalah bank, asuransi,kredit, dan masalah yang baru lainnya.
  3. E.   Perkembangan dan Hubungan antara fiqih muamalah dan fiqih lainnya

Dengan seiring berkembangnya manusia, banyak dan bermacam pula kebutuhan manusia sehingga fiqih muamalah turut mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan manusia, tanpa meninggalkan kaidah atau prinsip muamalah yang diterangkan al-Qur’an dan hadits serta ijtihad ulama.

Fiqih muamalah klasik yang ada tidak sepenuhnya relevan lagi diterapkan, karena bentuk dan pola transaksi yang berkembang di era modern ini demikian cepat. Sosio-ekonomi dan bisnis masyarakat sudah jauh berubah dibanding dengan dimasa lampau. Oleh karena itu, dalam konteks ini diterapkan dua kaidah, diantaranya :

  1. Al-muhafazah bil qadim ash-sholih wal akhz bil jadid ashlah, yaitu memelihara warisan intelektual klasik yang masih relevan dan membiarkan terus praktek yang telah ada dizaman modern, selama tidak ada petunjuk yang mengharamkannya.
  2. Al-ashlu fil muamalah al-ibahah hatta yadullad dalilu ‘ala at-tahrim, pada dasarnya semua praktek muamalah boleh, kecuali ada dalil yang mengharamkannya

Selain itu para ulama berpegang kepada prinsip-prinsip utama muamalah, seperti: prinsip bebas riba, bebas gharar (ketidakjelasan atau ketidakpastian), dan tadlis, tidak maysir (spekulatif), bebas produk haram dan praktek akad fasid/batil. Prinsip ini tidak boleh dilanggar, karena telah menjadi aksioma dalam fiqih muamalah.

  1. F.    Prinsip hukum muamalah
  • Pada dasarnya segala bentuk muamalah itu adalah mubah
  • Muamalah dilakukan atas dasar sukarela, tanpa mengandung unsur-unsur paksaan
  • Muamlah dilakukan tas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat dan menghindari mudharat dalam hidup bermasyarakat
  • Muamalah dilaksanakan dengan memelihara nilai-nlai keadilan, menghindari unsur-unsur penganiayaan dalam pengambilan kesempatan

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s