perkembangan pemikiran filsafat barat

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN FILSAFAT BARAT (ZAMAN YUNANI KUNO DAN ZAMAN                                        PERTENGAHAN)

  1. A.  Zaman yunani kuno (Abad 6 SM – 6 M)

Kelahiran pemikiran filsafat barat diawali pada abad ke-6 sebelum masehi oleh runtuhnya mite-mite dan dongeng-dongeng yang selama ini menjadi pembenaran terhadap setiap gejala alam.  Manusia pada waktu melalui mite-mite mencari keterangan tentang asal-usul alam semesta dan tentang kejadian asal-usul yang berlangsung didalamnya.  Ada dua bentuk mite yang berkembang pada waktu itu yaitu:

  • Mite kosmogonis

Yaitu mite yang mencari tentang asal-usul alam semesta.

  • Mite kosmologis

Yaitu mite  yang berusaha untuk mencari keterangan tentang asal-usul serta sifat kejadian alam semesta.

Mitologi yunani meskipun memberikan jawaban terhadap pertanyaan –pertanyaan tentang alam semesta, sayangnya jawaban tersebut diberikan dalam bentuk mite yang lolos dari control akal (rasio). Cara berfikir seperti ini berlangsung sejak abad ke-6 SM. Hingga pada akhirnya sejak abad ke-6 SM  orang mulai mencari jawaban–jawaban rasional tentang  asal-usul dan kejadian alam semesta.[1]

Ciri yang menonjol dari filsafat yunani kuno diawal kelahiranya adalah ditujukannya  perhatian terutama pada pengamatan gejala kosmik dan fisik unsur awal terjadinya segala gejala.

Adapun zaman yunani kuno terbagi menjadi 3 zaman yaitu :

  1. 1.    Zaman pra-socrates

Tokoh-tokohnya antara lain :

v  Thales (640-550 SM)

Menyimpulkan bahwa air merupaka arche (asal mula) dari segala sesuatu, pendapatnya ini didukung oleh kenyataan bahwa air meresapi seluruh benda-benda di jagad raya ini.

v  Anaximander (611-545 SM)

Meyakini bahwa asal mula dari segala sesuatu adalah apeiron yaitu sesuatu yang tidak terbatas.

v  Anaximenes (588-524 SM)

Mengatakan bahwa asal mula segala sesuatu itu adalah  udara, keyakinanya ini didukung oleh kenyataan  bahwa udara  merupakan unsur vital kehidupan.

v  Pythagoras (580-500 SM)

Mengatakan bawha asas segala sesuatu dapat diterangkan  atas dasar bilangan-bilangan, ia terkenal karena dalil  tentang segitiga siku-sikunyang dikemukakanya dan masih berlaku sampai saat ini.

v  Herakleitos dan Permanides (540-475 SM)

Merupakan dua orang filosof yang tidak lagi mempertanyakan asal usul dan kejadian alam semesta, tetapi keduanya berfikir bahwa apakah realitas itu berubah, tidak sesuatu yang tetap. Ungkapanya yang terkenal yaitu panta rhei khai uden menei, semua nya mengalir dan tidak ada sesuatupun  yang tinggal mantap. Sedangkan permanides berpandangan sebaliknya dia menegaskan bahwa realitas itu tetap, tidak berubah.

 

v  Demokritos (460-370 SM)

Menegaskan bahwa realitas terdiri dari banyak unsur yang disebutnya dengan atom (atomos, dari a = tidak, dan tomos = terbagi). Atom-atom itu sama sekali tidak mempunyai kualitas dan jumlahnya tidak terhingga. Pandangan demokritos ini merupakan cikal-bakal perkembangan ilmu fisika, kimia dan biologi.

  1. 2.    Zaman keemasan

Adapun tokoh-tokohnya yaitu:

v  Socrates (470-399 SM)

Socrates merupakan  salah satu filsafat yunani yang telah berhasil mematahkan berbagai mitos tentang kejadian dan asal-usul alam semesta. Dia tidak memberikan suatu ajaran yang sistematis, ia langsung menerapkan metode filsafat  langsung dalam kehidupan sehari-hari. Adapun metodenya dibagi menjadi dua yaitu : 1.  Metode yang diuraikan nya disebut “dialektika ” yang berarti bercakap-cakap, disebut demikian karena  dialog atau wawancara mempunyai peranan hakiki dalam filsafatnya. 2. Metode “maieutike tekhne” (seni kebidanan) yang  artinya fungsi filsof hanya membidani lahirnya pengetahuan.

v  Plato (428-348 SM)

Adalah murid Socrates yang meneruskan tradisi dialog dalam berfilsafat. Plato meneruskan keaktifan Socrates dengan mengembangkan  dialog-dialog, dia tidak mengenal lelah dalam mengadakan dialog diantara lawan bicaranya. memilih dialog karena ia berkeyakinan bahwa filsafat pada intinya tidak lain daripada suatu dialog. Berfilsafat berarti mencari kebijaksana atau kebenaran. Plato dikenal sebagai filosof dualisme, ia mengakui adanya dua kenyataan yang terpisah dan berdiri sendiri, yaitu dunia ide (yang tetap dan abadi) dan dunia bayangan (inderawi) adalah dunia yang berubah.

v  Aristoteles (384-322 SM)

Pemikiran filsafat yunani mencapai puncaknya pada murid plato yang bernama aristoteles. Ia mengatakan bahwa  tugas utama ilmu pengetahuan ialah mencari penyebab-penyebab objek yang diselidiki. Aristoteles berpendapat bahwa tiap-tiap kejadian mempunyai empat sebab yang semuanya harus disebut, bila manusia hendak memahami proses kejadian segala sesuatu. keempat penyebab itu antara lain :

  1. Penyebab material (material cause)

Inilah bahan dari mana benda dibikin. Misalnya, kursi dibuat dari kayu.

  1. Penyebab formal (formal cause)

Inilah bentukyang menyusun bahan. Misalnya, bentuk kursi ditambah pada kayu, sehingga kayu menjadi sebuah kursi.

  1. Penyebab efisien (efficient cause)

Inilah sumber kejadian, inilah sumber factor yang menjalankan kejadian. Misalnya, tukang kayu membikin sebuah kursi.

  1. Penyebab final (final cause)

Inilah tujuan yang menjadi arah seluruh kejadian. Misalnya, kursi dibikin supaya orang dapat duduk diatasnya.[2]

 

  1. 3.    Zaman pasca aristoteles

pasca aristoteles filsafat yunani mengalami “kemunduran” dalam arti filsafat cendrung untuk memasuki dunia praktis bahkan berlanjut mengarah kedunia mistik Atau disebut juga dengan runtuhnya system etika. Ada sejumlah aliran pada masa ini seperti stoisisme, epikurisme, dan Neoplatonisme.

v  Stoisisme

Merupakan mazhab yang didirikan di Athena oleh zeno dari kition, sekitar 300 SM. Menurut stoisisme, jagat raya dari dalam ditentukan  “logos” yang berarti rasio. Dengan demikian. Kejadian alam telah ditentukan dan tidak dapat dielakkan. Jiwa manusia merupakan bagian dari logos sehingga mampu mengenai alam raya. Manusia dapat hidup bahagia dan bijaksana jika mengikuti rasionya sehingga mengikuti nafsu-nafsunya dan mengendalikan diri secara sempurna. Mati dan hidup merupakan kejadian berdasarkan keharusan mutlak

v  Epikurisme

Epikurisme dibangun epikuros (341-270 SM), menurut aliran ini, segala hal terdiri atas atom yang senantiasa bergerak dan secara kebetulan bertabrakan. Manusia akan bahagia apabila mengakui susunan dunia ini dan tidak ditakut-takuti dewa. Agar hidup bahagia, manusia seharusnya menggunakan kehendak bebas dengan mencari sedapat mungkin kesenangan itu. Sebaliknya, apabila manusia mendapat kesenangan terlalu banyak, ia akan gelisah. Orang bijaksana akan mendapat kebahagiaan karena mampu membatasi dir, terrutama dalam mencari kesenangan rohani.

v  Neoplatonisme

Neoplatonisme Merupakan paham yang ingin menghidupkan kembali filsafat ilmu plato, faham ini bersikap religius, kebatinan. Salah satu tokohnya yaitu Plotinus (205-270), dimana ajaranya yaitu mengandung tentang jiwa, tentang hidup dan moral.

  1. Ajaran Plotinus tentang jiwa adalah dasar teorinya tentang hidup yang praktis dan ajaran moral. Menurut pendapatnya, benda itu karena tidak terpengaruh yang satu, yang baik,, adalah pangkal dari yang jahat.
  2. Ajaran Plotinus tentang hidup dan moral

Menurutnya ajaran itu tak lain dari pada melaksanakan dalam praktik ajaranya tentang jiwa. Tujuan hidup manusia dikatakanya mencapai persamaan dengan tuhan. Budi yang tertinggi adalah roh. Menyucikan roh adalah satu-satunya jalan menuju cita-cita kemurnian.[3]

 

 

  1. B.  Zaman pertengahan (Abad 6 – 16 M)

Zaman pertengahan dieropa adalah zaman keemasan bagi kekristenan. Abad pertengahan dibahas sebagai zaman yang khas, karena dalam abad-abad itu perkembangan alam pikiran eropa sangat terkendala oleh keharusan untuk disesuaikan dengan ajaran agama. Filosof  yunani yang berpengaruh pada abad  pertengahan ini adalah plato dan aristoteles, plato menampakan pengaruhnya kepada agustinus sedangkan aristoteles kepada Thomas Aquinas. Adapun perkembangan filsafat pada masa ini dibagi menjadi dua zaman yaitu : zaman patrisitik dan zaman skolastik.

  1. Zaman Patristik

Kata patristik berasal dari bahasa latin peter yang berarti bapak dalam lingkungan gereja.bapak yang mengacu pada pujangga Kristen, mencari jalan menuju teologi kristiani, melalui peletakan dasar intelektual untuk agama Kristen. Para filosof pada zaman ini diantaranya yustinus martyr, Clemens dan origenes. Adapun zaman keemasan pada masa ini terbangun setelah kekaisaran  constantinus agung mengeluarkan “Edik Milango” yang melindungi warganya dalam dan untuk menganut agama Kristen. Pada abad ke-4 terjadi zaman keemasan patristik latin. Nama besar jajaran bapak gereja  barat adalah augustinus yang dinilai menjadi pemikir terbesar untuk seluruh zaman patristik. Adapun kelemahan dan kekuatan dari pemikiran augustinus adalah bahwa pemikiran merupakan integrasi dari teologi Kristen dan pemikiran filsafatinya.

 

  1. Zaman skolastik

Zaman skolstik awal ini berhubungan dengan terjadinya perpindahan penduduk,yaitu perpindahan bangsa hun dari asia ke eropa sehingga bangsa jerman pindah melewati perbatasan kekaisaran romawi yang secara politik sudah mengalami kemerosotan. Karena situasi yang ricuh, tidak banyak pemikiran filsafati yang patut ditampilkan pada masa ini. Namun, ada beberapa tokoh dan situasi penting yang harus diperahatikan dalam memahami filsafat pada masa ini. Adapun zaman skolastik keemasan terjadi pada abad ke-13. Pada zaman skolastik ini filsafat dipelajari dalam hubungannya  dengan teologi. Pada za,man keemasan inipula didirikanya universitas-universitas, ordo-ordo,adanya penemuan karya filsafat yunani, terutama karya aristoteles. Adapun tokoh-tokohnya yaitu : Bonaventura,siger, albert agung, Thomas Aquinas dan J.D.scotus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1]Rijal muntansyir, misnal musnir. 2008 h.60

                                                                                                                                                                                Ibid,h.64                [2]

[3]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s